Ingat! Hari Terakhir Lapor SPT Pajak, Jika Nggak Denda & Bui

by -3 views

Jakarta, ARTISVIRAL.ID – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pun terus mengimbau para wajib pajak untuk menjalankan kewajiban perpajakannya. Sebab, saat ini adalah hari terakhir masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Orang Pribadi (OP).

Di masa pandemi ini, pelaporan disarankan untuk dilakukan secara online yaitu e-filing. Wajib Pajak bisa melakukan berasal dari mana saja dan kapan saja selama terhubung bersama dengan internet.


“Makin lama tidak perlu ke kantor pajak untuk lapor SPT. dapat melalui e-filing,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Interaksi Masyarakat DJP Neilmaldrin Noor kepada ARTISVIRAL.ID.

Makin lama untuk Wajib Pajak yang belum melaksanakan kewajibannya bisa langsung dilakukan. Sebab, tersedia sanksi yang diberikan DJP jika terlambat memberika SPT.

Neilmaldrin menjelaskan, sanksi yang diberikan DJP berupa denda uang tunai sampai penyitaan aset. Untuk denda uang dapat dikenakan sebesar Rp 100 ribu untuk WP OP (Orang Pribadi) dan Rp 1 juta untuk WP Badan. Denda keterlambatan lapor ini dapat ditagih menggunakan Surat Tagihan Pajak (STP).

Sementara untuk denda berupa penyitaan aset bisa berupa tempat tinggal, mobil, tanah maupun apartemen, dilakukan DJP sebagai tindakan akhir. DJP dapat melakukan banyak tahapan Sebelumnya menyita aset para Wajib Pajak.

Pertama, menerbitkan Surat Teguran sesudah lewat pas 7 hari sejak pas jatuh tempo pembayaran utang pajak, didalam perihal Wajib Pajak tidak melunasi utang pajak.

Kedua, menerbitkan dan memberitahukan Surat Paksa sesudah lewat pas 21 hari termasuk sejak tanggal Surat Teguran disampaikan dan utang pajak belum dilunasi.

“Jika utang pajak belum dilunasi sesudah lewat pas 2×24 jam sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan, barulah dapat diterbitkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan. Kemudian Jurusita Pajak melaksanakan penyitaan pada barang milik Penanggung Pajak,” jelasnya.

Berikut, DJP dapat menyampaikan sanksi lebih berat lagi yaitu hukuman pidana untuk Wajib Pajak jika sengaja tidak lapor pajaknya. Tak hanya saja itu, Wajib Pajak yang lapor SPT namun tidak sesuai atau tidak benar juga bisa masuk bui.