Kamasean Idol dan Ryuzaki Rama Kolaborasi di Single I’ve Found

by -9 views

JAKARTA – Ryuzaki Rama menggandeng solois jebolan Indonesian Idol, Kamasean Matthew untuk berkolaborasi di single I’ve Found. Ryuzaki Rama mengapresiasi kemampuan dan musikalitas Kamasean.

Lagu I’ve Found yang ditulis Ryuzaki Rama memiliki roh ketika dibawakan oleh dirinya bersama Kamasean.

“Aku kaget hasilnya bisa sebagus ini, karena suara Kamasean keren banget dan bikin lagu I’ve Found punya warna baru. Aku senang bakal berkolaborasi degan Kamasean yang karena dia terlampau profesional dan juga kooperatif, sehingga sistem recording bakal berjalan lancar sekali,” tutur Rama.

Baca Juga:

Keberadaan Istri Bams di Kembali Th Cucu Hotma Sitompul Makin Sorotan Netizen

Bom Bunuh Diri di Makassar, Bintang Emon: Jangan Kaitkan bersama Isu Sara

Ryuzaki Rama, Tebedayeng dan Quickbuck masuk untuk mengemukakan warna musik elektronik di tanah air. Selain Ryuzaki Rama dan Kamasean, terdapat kolaborasi lain yaitu Tebedayeng bersama RayRay (Female DJ peringkat 16 dunia didalam lagu Let You Go.

“Senang dan bangga banget karya aku digarap lebih proper dan semoga bisa mendunia. Ini adalah salah satu mimpi aku yang menjadi kenyataan,” paham Tebedayeng.

Kemudian Quickbuck menggaet vokalis band Midnight Quickie, Charita Utami. “Workshop sama Tami enggak begitu lama. Karena lagunya udah tersedia dan dia tinggal ngulik selanjutnya disesuaikan bersama karakter vokalnya. Paling tersedia tambahan setengah insight supaya outputnya lebih keren,” kata Quickbuck.

Perilisan tiga single ini adalah reward alokasi Tebedayeng, Ryuzaki Rama dan Quickbuck usai ketiganya sukses menjuarai Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020 yang diinisiasi oleh Iceperience.id. mereka dipilih segera oleh para juri yang adalah barisan top DJ di Indonesia yaitu Dipha Barus, Winky Wiryawan, dan Eka Gustiwana dan juga DJ kaliber internasional Yellow Claw usai menyaring tak kurang berasal dari 490 produser musik dan 576 track lagu yang didaftarkan antara kompetisi bergengsi ini.

Dipha Barus yang mewakili para juri menuturkan, terpilihnya tiga jawara ini tak lepas berasal dari sistem kurasi ketat yang dilakukan oleh dewan juri untuk mendapat hasil yang optimal berasal dari kompetisi ini. “Ratusan track yang masuk ke EMPC itu cukup mumpuni dan kita selaku juri cukup kesulitan untuk mengkurasinya. Namun karena memang tersedia standar penilaian dan lihat berasal dari kematangan hasil track selanjutnya, para juri sudah memilih Tebedayeng, Rama dan Quickbuck sebagai tiga terbaik. Bukan hanya saja urusan teknis bermusik, antara selagi berjalannya EMPC berasal dari awal sampai akhir banyak program yang bakal menjadi bekal para finalis untuk mampu eksis di industri. Mulai berasal dari bagaimana Mereka mempromosikan diri dan karya, wawasan seputar musik, sampai saban detail yang kemungkinan belum banyak diketahui oleh finalis,” papar Dipha.

(aln)