Sempat Dipetisi, JTBC Ungkap 5 Fakta soal Drama Snowdrop

by -8 views

SEOUL – JTBC akhirnya buka suara terkait kritik dan kekhawatiran publik pada drama Snowdrop. bagaikan diketahui, tersedia lebih berasal dari 105.000 orang meneken petisi untuk menghentikan produksi drama berikut. 

Alasannya, drama yang dibintangi Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK itu berpotensi mengaburkan fakta sejarah terkait demokrasi Korea Selatan dan keterlibatan mata-mata Korea Utara. Didalam keterangan resminya, JTBC menjawab semua keresahan publik terkait drama berikut. 

“Kontroversi yang terjadi pas ini tercipta karena publik menyerap fakta setengah-setengah dan menilai sesuatu berasal dari sinopsis yang tidak lengkap. Tentu, ini kesalahan tim produksi karena tidak mengelola data bersama baik,” kata JTBC seolah-olah dikutip berasal dari Soompi, Rabu (31/3/2021). 

Untuk membantu publik mengetahui produksi Snowdrop, maka JTBC merilis lima poin penting terkait plot drama berikut. Pertama, soal tudingan drama berikut meremehkan gerakan pro-demokrasi Korea di era ’80-an. 

Snowdrop bukan drama yang berhubungan bersama gerakan pro-demokrasi. Didalam skenario, tak satupun bagian yang mempertontonkan dua pemeran utamanya berpartisipasi atau memimpin gerakan pro-demokrasi,” tutur stasiun TV kabel berikut. 

Baca juga: Yoo In Na Makin Dokter Bedah Cantik didalam Drama Snowdrop

Sebaliknya, menurut JTBC, didalam drama ini tersedia karakter yang tertindas secara tidak adil karena dituduh sebagai mata-mata Korea Utara oleh rezim militer era ’80-an. Keduasetting dan motif di balik peristiwa didalam Snowdrop adalah situasi politik seputar pemilihan presiden th 1987, bukan gerakan pro demokrasi. 

“Drama ini, adalah kisah fiksi mengenai rezim militer, Agency for National Security Planning (NSP), dan pihak lain yang berkuasa antara pas berkolusi bersama kediktatoran Korea Utara dan merencanakan konspirasi untuk mempertahankan kekuasaan Mereka,” ungkap JTBC. 

Ketiga, didalam cerita ini mata-mata Korea Utara dan agen NSP yang mengejar mata-mata berikut nampak sebagai karakter utama. mereka bukanlah karakter yang mewakili pemerintahan dan organisasi masing-masing. 

Kedua karakter itu justru menyoroti NSP yang secara aktif mendukung tindak korupsi penguasa dan ambisi Mereka menjadi partai yang berkuasa. “Karena itu, kita menegaskan, tudingan yang dialamatkan antara Snowdrop salah sasaran,” ujar stasiun televisi itu.